Deni Asy’ari Tekankan Era Disrupsi Kesempatan Berinovasi dan Berkreasi

Publish

8 January 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
73
Deni Asy'ari. Foto: Farrel Amrullah

Deni Asy'ari. Foto: Farrel Amrullah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Meruaknya era globalisasi saat ini hal ihwal kewirausahaan tidak lagi bersifat optional, khususnya di dunia sekolah. Apalagi dijadikan sebagai media ekstrakulikuler pilihan. Bagi Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah Deni Ays’ari hal tersebut menjadi kebutuhan esensial yang harus dimiliki oleh seluruh sekolah Muhammadiyah.

“Menurut saya, di era global kewirausahaan (entrepreneurship) menjadi kebutuhan wajib bagi institusi pendidikan,” katanya saat diskusi di Rapat Akhir Periode Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SD/MI Muhammadiyah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (7/1) di SM Tower Malioboro Yogyakarta.

Di situlah semestinya perlu dibuat sebuah rancang bangun ekosistem baru dalam mengimplementasikan kewirausahaan. Bagi Deni, ini amat diperlukan karena di sisi lain meruaknya era globalisasi, pada saat bersamaan dipertemukan dengan era disrupsi.

“Sebuah era yang bersifat destruktif (merusak). Yang dirusak itu sistem dan manajemennya melalui digitalisasi,” ungkapnya.

Memang, di era semacam ini meniscayakan perubahan sistematisasi kehidupan. Disebut Deni, dulu bertransaksi secara offline. Tetapi, telah dirusak dengan teknologi, sehingga sekarang melakukan transaksi sudah bisa dilakukan secara online lewat pranata media sosial.

“Melalui platform digital, orang sekarang sudah bisa menonton film lewat HP. Begitu juga dengan transaksi berbelanja, orang juga bisa berbelanja dengan online lewat HP. Ini yang disebut disrupsi. Dia meruntuhkan sistem,” tuturnya.

Dengan adanya era disrupsi sekaligus digitalisasi, Deni mendorong perlu adanya penyebaran jaringan kewirausahaan. Dan meminta jangan merasa gamang untuk mencoba. “Karena peluangnya sangat terbuka lebar bagi siapa pun,” tegasnya.

Deni mengajak untuk berinovasi dan berkreasi dengan melahirkan usaha-usaha baru. Usaha yang belum pernah dilakukan oleh orang lain di pasaran. “Suasana baru era disrupsi sekarang menjadi peluang menghadirkan kreativitas baru,” sebutnya.

Deni mencontohkan SM. Sejak didapuk memimpin SM, Deni mentransformasikan dengan menciptakan inovasi dan kreasi lewat pembukaan usaha-usaha baru. Deni telah mencoba dan membuktikan, sehingga menunjukkan hasil sangat positif.

“Kami mencoba melakukan inovasi, kreativitas, dan usaha, Alhamdulillah kami melahirkan 12 unit usaha dan melahirkan berbagai bangunan itu kami lakukan tanpa utang. SM ingin menunjukkan kita bisa membangun tanpa utang. Ini karakter berkemajuan sesungguhnya,” bebernya.

Karena itu, Deni mendorong sekolah Muhammadiyah untuk menginspirasi para siswanya dengan berinovasi dan berkreasi melalui jalan kewirausahaan. Ini merupakan keniscayaan. 

“Sekolah harus menginspirasi menghadirkan entrepreneurship bagi peserta didik. Kalau sekolahnya tidak menginspirasi, tentunya akan sulit,” tegas Wakil Sekretaris 1 Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ribuan jamaah Tabligh Akbar Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah padati ....

Suara Muhammadiyah

25 September 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Puluhan muballigh mengikuti Seminar Nasional dan Pelatihan Produksi K....

Suara Muhammadiyah

13 July 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah melangkah ke ranah mobilisasi sumber daya inovatif dengan....

Suara Muhammadiyah

10 December 2023

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Lurah Banyuanyar, Rustika Atmawati, S.P., M.M., menjadi pembina apel peri....

Suara Muhammadiyah

16 October 2023

Berita

MADIUN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menyelenggarakan workshop publi....

Suara Muhammadiyah

20 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah