Warga Muhammadiyah Miliki Peran Penting dalam Kehidupan Berbangsa

Publish

31 March 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
93
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof Dr Ma'mun Murod Al Barbasy, S.Sos, M.Si menyampaikan materi tentang peran warga Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam acara Baitul Arqam Ramadan 1445 H guru dan tenaga kependidikan AUM Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngagel Surabaya, Ahad, (31/03/2024) 

Dalam acara yang berlangsung di Mas Mansyur hall lantai 6 Smamda tower, Prof Ma'mun menyampaikan  bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara muhammadiyah telah mengambil peranan penting dalam pendidikan.

"Apa yang dilakukan KH Ahmad Dahlan adalah  luar biasa," tegas Prof Ma'mun. "Jika tidak ada KH Ahmad Dahlan yang memiliki 172 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ribuan sekolah mungkin pencapaian pendidikan Indonesia saat ini baru bisa dicapai 10 atau 20 tahun lagi, saat ini saja yang indeks IQ penduduk Indonesia masih rendah" urainya. 

Pria kelahiran 1973 menjelaskan Ide KH. Ahmad Dahlan yang  menggabungkan pendidikan umum dengan pendidikan agama/pesantren adalah terobosan luar biasa yang dulunya mendapat tantangan saat ini banyak dipraktikan.

Lebih lanjut Ia menerangkan bahwa ketika Muhammadiyah menjalankan pendidikan tidak memikirkan untung rugi karena muhammadiyah hadir mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara yang sebenarnya menjadi tugas negara. 
Itulah peran peran awal yang dilakukan muhammadiyah. 

Menurut Dekan FISIP UMJ tahun 2019, rata  rata lulusan penduduk indonesia adalah kelas 2 SMP. Lulusan kelas 2 SMP memilih pemimpin negara  
Maju mundurnya negara tergantung pendidikan warga negaranya. 

Dengan kondisi seperti ini akan meningkatkan kemiskinan dan kebodohan.
Sayangnya kemiskinan dan kebodohan akan tetap dipertahankan pemimpin culas yang akan memanfaatkan untuk kepemimpinannya.

Peran dalam bidang politik

Menurut Prof Ma'mun khittah Muhammadiyah 1912 memiliki gen untuk berbuat baik kepada semua orang, bukan gen politik sehingga muhammadiyah bukan partai politik. Namun muhammadiyah banyak berkontribusi di bidang politik

"Sumbangsih muhammadiyah dalam politik kebangsaan luar biasa, terutama pada awal kemerdekaan," ungkapnya. 
Ia menyebutkan setidak nya ada lima orang dari muhammadiyah, yang pertama Bung karno, Bung Hatta, Ibu Fatmawati, Jendral Sudirman dan Ki Bagus Hari Kusumo.
Tentunya masih banyak lagi dari muhammadiyah yang menjadi pahlwan nasional.

Dan saat ini warga muhammadiyah harus berani berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi politik kebangsaan, menyuarakan serta mengkampanyekan kegiatan kegiatan politik.

Selain bidang pendidikan dan politik, muhammadiyah juga berperan besar dalam bidang pemberdayaan ekonomi seperti koperasi usaha mikro dan pelatihan ketrampilan, pelayanan sosial seperti bantuan bencana alam dan kesehatan yang banyak kita jumpai banyak klinik dan rumah sakit Muhammadiyah. (Tanti Puspitorini)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Rektor dan Wakil Rektor Ikut Bertanding BANTUL, Suara Muhammadiyah - Ada yang unik dari turnamen se....

Suara Muhammadiyah

1 October 2023

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Setiap tahun diperkirakan jumlah lansia semakin meningkat. Tim dosen Un....

Suara Muhammadiyah

10 September 2024

Berita

KUALA KAPUAS, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah selalu siap bersinergi dengan pemerintah, siapapun p....

Suara Muhammadiyah

29 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Peringatan Nuzulul Qur’an pada bulan Ramadhan 1446 H di....

Suara Muhammadiyah

19 March 2025

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Gedung LKSA Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Grogol menjadi ruang dan....

Suara Muhammadiyah

25 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah