UM Bandung Gelar Workshop P2MW, Tingkatkan Kualitas Wirausaha Mahasiswa

Publish

3 August 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
115
Istimewa

Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – PKM Center Divisi Program Pengembangan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus meningkatkan kualitas dan kemampuan para mahasiswa melalui workshop peserta P2MW yang berlangsung dari Selasa-Rabu (30-31/07/2024).

Acara ini menghadirkan dua narasumber. Pertama, Widyaiswara Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat Dery Nurranis Wahidin yang mengupas tema “Legalisasi dan Standardisasi”. Kedua, Owner Odelia Hijab Irfan Maulana yang mengulas soal “Optimalisasi Digital Marketing”.

Dery menjelaskan bahwa standardisasi sangat penting untuk menjaga kualitas produk dan efisiensi usaha. Selain itu, aspek legal juga memiliki peran signifikan dalam memberikan jaminan tertulis bahwa produk telah memenuhi regulasi yang berlaku. “Dalam upaya pemberdayaan bisnis, tidak hanya meningkatkan kualitas dari usaha yang kita jalankan. Namun, juga harus memperhatikan aspek legal dan standardisasi produk,” kata Dery.

Legalitas dan standardisasi, lanjut Dery, sangat krusial karena langkah preventif ini memastikan posisi UKM lebih aman dari pelanggaran hak kekayaan intelektual dan pencurian. Legalitas juga memberikan jaminan kepada konsumen bahwa kualitas produk sesuai dengan yang dijanjikan sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen. Selain memenuhi aspek legalitas dan standardisasi, UKM juga harus merambah ke pasar digital karena transformasi digital saat ini tidak dapat dihindari.

Dery menambahkan bahwa dalam berusaha, terutama bagi pelaku UKM yang masih berstatus mahasiswa, akan ada tantangan yang tidak mudah dihadapi. Namun, usaha tersebut harus terus dikembangkan dan dijalankan secara konsisten, terutama dalam hal legalitas dan standardisasi.

“Selain itu, pelaku usaha, khususnya UKM, harus menjaga relevansi dengan kemajuan digitalisasi. Pemasaran digital memiliki pengaruh besar dalam berbagai elemen kepentingan. Pelaku usaha harus memanfaatkan platform digital, seperti e-commerce, media sosial, dan lainnya untuk tetap bersaing dan berkembang,” ucap Dery.

Mempelajari dan memperbaiki

Sementara itu, Irfan Maulana, pemilik Odelia Hijab, menekankan pentingnya bagi pelaku UKM untuk memahami tujuan dalam pembuatan konten promosi produk. Selain itu, mereka juga perlu menyesuaikan konten dengan isu-isu terkini yang sedang hangat dibicarakan masyarakat, khususnya di media sosial.

Lebih lanjut, Irfan menegaskan bahwa UKM tidak hanya perlu membuat konten, tetapi harus memahami tantangan yang dihadapi audiens dan menawarkan solusi yang relevan kepada mereka. Ia berharap konten yang dihasilkan dapat diproduksi secara terus-menerus, dengan tekun, dan selalu mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia digital.

"Memang, menjalankan usaha bukanlah hal yang mudah karena memerlukan proses yang harus dilalui. Kita juga harus siap menghadapi berbagai rintangan. Prinsip dalam berusaha adalah jangan pernah berpikir bahwa usaha kita tidak akan maju. Sebaliknya, teruslah mempelajari dan memperbaiki setiap produk hingga kita menemukan pola yang dapat mendukung perkembangan di masa depan," kata Irfan.***(WZ)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

NGAWI, Suara Muhammadiyah - SMA Muhammadiyah 1 Ngawi, salah satu sekolah favorit yang berada di teng....

Suara Muhammadiyah

22 January 2024

Berita

SAMARINDA, Suara Muhammadiyah - Kompetensi Sarjana Kesehatan Masyarakat Ahli melakukan pemberda....

Suara Muhammadiyah

30 September 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Muhammadiyah Yogyakar....

Suara Muhammadiyah

28 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetapkan awal Ramadan, Sya....

Suara Muhammadiyah

12 February 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menyalurkan ....

Suara Muhammadiyah

6 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah