Tim PKM-K Farmasi UMP Ubah Bunga Kecombrang Jadi Sediaan Dry Shampo

Publish

13 October 2023

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
99
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokert kembali berhasil mendapatkan pendanaan dari Ditjen Diktiristek, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud). Tim tersebut berhasil membuat inovasi sediaan dry shampo atau shampo kering dengan menggunakan bunga kecombrang.

Tim tersebut yakni Ade Ilham AlgoFiqi, Umi Fatmah Yekti Rahayu dan Siti Nadhiya Nur Amalia dan diketuai Yoanita Setyaningrum. 

Dosen Pembimbing apt. Arini Syarifah, M.Si mengatakan, kelompok tersebut mengagas ide itu menurutnya bunga kecombrang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pangan, padahal bunga kecombrang memiliki kandungan minyak atsiri dan juga flavonoid yang dapat bermanfaat untuk kesehatan khususnya kesehatan rambut.

“Adanya reaksi positif dari masyarakat akan produk dry shampo ekstrak bunga kecombrang menjadi harapan untuk mengembangkan lebih lanjut produk dry shampo salah satunya yaitu mendapatkan ijin edar.  Adanya ijin edar ini tentu saja akan lebih menjamin keamanan dan keefektifan produk jika digunakan oleh masyarakat,” ujar Arini.

Sementara itu ketua kelompok Yoanita menjelaskan, sediaan dry shampo sangat praktis digunakan dan dengan adanya penggunaan bunga kecombrang sebagai salah satu bentuk pemanfaatan tanaman asli Indonesia.

“Kandungan minyak atsiri dan juga flavonoid dalam bunga kecombrang tidak hanya membantu pertumbuhan rambut tetapi juga mampu menyerap minyak kulit kepala penyebab ketombe sehingga ekstrak bunga kecombrang sangat tepat kiranya untuk perawatan rambut dalam bentuk shampo,” jelasnya.

Dijelaskan, Dry shampo ekstrak bunga kecombrang saat ini sudah dipasarkan secara langsung melaui e-commerce.  Produk ini banyak mendapatkan reaksi positif dari masyarakat yang sudah mencoba dan menggunakan produk tersebut.

“Di pasaran masih sedikit shampo dalam bentuk kering dan juga belum ada shampo yang menggunakan ekstrak bunga kecombrang sehingga hal ini menjadi peluang pasar tersendiri yang tentu saja dengan adanya peluang pasar baru dapat memberikan keuntungan untuk penjualan produk ini,” pungkasnya. (*/tgr)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Baru-baru ini, Suara Muhammadiyah melaunching buku Cendekiawa....

Suara Muhammadiyah

11 July 2024

Berita

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah - Ahad, 10 September 2023, Bupati Karanganyar Drs H Juliyatmono, M.M....

Suara Muhammadiyah

10 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 22 peserta didik Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Y....

Suara Muhammadiyah

21 August 2024

Berita

AUSTRALIA, Suara Muhammadiyah - Kelas Internasional Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yog....

Suara Muhammadiyah

25 November 2024

Berita

SRAGEN, Suara Muhammadiyah - Alhamdulillah, Madrasah Aliyah (MA) Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (DI....

Suara Muhammadiyah

29 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah