Tanggungjawab Sosial Manusia sebagai Khalifah di Muka Bumi

Publish

5 April 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
95
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Tanggungjawab Sosial Manusia sebagai Khalifah di Muka Bumi

Oleh: Dr. Amalia Irfani, M. Si, LPPA PWA Kalbar

Manusia adalah makhluk terbaik dan sempurna yang Allah ciptakan. Kata terbaik dan sempurna yang tersemat bukanlah hanya sebuah diksi biasa, tetapi sebuah pesan moral, bahwa secara sosial manusia memiliki peran dan tanggungjawab besar dimuka bumi. Tanggungjawab tersebut tentu harus manusia tunaikan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT, Tuhan pemilik alam semesta. Manusia harus selalu berusaha menjadikan hidup yang ia jalani tidak sia-sia, tetapi bermakna untuk lingkungannya. Jika manusia dikatakan sebagai makhluk Allah yang terbaik, maka apa definisi yang tepat untuk menggambarkan siapa manusia ?. 

Pertama, manusia adalah makhluk religi,  sebagaimana disebutkan dalam surat Ar-Ruum ayat 30; "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

Dari ayat diatas dapat kita pahami, bahwa sebagai makhluk Allah yang sempurna manusia harus senantiasa menjalankan dimensi ubudiyah yakni seluruh aspek kehidupan dan kegiatan/aktifitas itu harus bernuansa ibadah karena Allah SWT. Manusia harus berusaha menjadikan hidupnya bermanfaat dan sarat kebaikan, dikondisi apapun, dan dilakukan diniatkan semata-mata karena Allah SWT. Manusia disebut makhluk religi sebab hanya manusia yang dibekali Tuhan dengan akal, budi. Dengan akal budi itulah, manusia akan memuliakan Allah, dengan banyak amal sholeh untuk meraih surgaNya.  

Kedua, manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki naluri, simpati, empati, toleransi, dan tolong menolong. Manusia tidak akan bisa hidup tanpa dan bantuan orang lain.  Manusia pun harus mengutamakan kepentingan bersama (masyarakat) diatas kepentingan pribadi untuk mendapatkan kebahagiaan. Al-Qur-an menjelaskan dalam surat Ali Imran ayat 110; "kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. 

Berdasarkan kalam Allah diatas, dapat dipahami tentang tugas manusia yang harus ditunaikan, dijadikan kebiasaan selama hidup. Tugas yang dimaksud adalah tugas mengajak pada kebaikan dan menghindari keburukan (dakwah). Secara etimologis kata dakwah berakar pada kata da’a yad’u da’watan yang artinya adalah mengajak atau menyerukan. Secara terminologis, pengertian dakwah ialah mengajak ataupun menyeru pada manusia agar menempuh kehidupan di jalan Allah sesuai dengan sabda Allah dalam QS. An-Nahl ayat 125 :“Serulah oleh kalian semua (umat manusia) pada jalan Tuhanmu dengan hikmah, nasihat-nasihat baik serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik…” (QS. An-Nahl: 125). 

Makhluk sosial menurut Aristoteles dalam teorinya zoon politicon bermakna bahwa dalam hidupnya manusia  selalu berhubungan dengan manusia lainnya. Hubungan yang membuat manusia sebagai individu dan makhluk Tuhan akan membuat diri terasa bermanfaat, dan agar hubungan tersebut terjalin harmonis, manusia harus mengutamakan kepentingan bersama (masyarakat) diatas kepentingan pribadi dalam kesehariannya. Poin terpenting sebagai zoon politicon manusia mempunyai tugas "Ta'muruna bil ma'ruf watanhauna 'anil mungkar  yakni, menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Ketika manusia berusaha senantiasa berbuat baik dan menghindari keburukan, maka Allah akan menganugerahkan kebahagiaan serta kemuliaan untuk hambaNYa. Kemuliaan tersebut hanya bisa diperoleh manusia dengan berikhtiar dalam kebaikan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Refleksi Puasa untuk Kualitas Diri yang Mencerahkan Oleh: Rumini Zulfikar, Penasehat PRM Troketon ....

Suara Muhammadiyah

28 February 2025

Wawasan

Milad 66 Uhamka: Merenda Peradaban Berkemajuan Oleh: Prof. Dr. Abdul Rahman A. Ghani Momen Ulang t....

Suara Muhammadiyah

17 November 2023

Wawasan

Antara "Al-Silm" dan "Al-Islam": Memahami Konsep Kedamaian dalam Al-Qur'an Oleh: Donny Syofyan....

Suara Muhammadiyah

14 April 2025

Wawasan

Menjaga Mentalitas dengan Nilai-Nilai Spiritual Pada dasarnya, manusia diciptakan oleh Tuhan di dun....

Suara Muhammadiyah

12 October 2023

Wawasan

Menuju Indonesia Emas 2045, Siapkah Tenaga Kerja di Indonesia? Oleh: Larasati Indah Lestari, Magist....

Suara Muhammadiyah

23 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah