Spirit Idul Fitri Kembangkan Tiga Dimensi Manifestasi Pasca Ramadhan

Publish

31 March 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
89
Arifuddin Ahmad saat menyampaikan khutbah Idul Fitri 1446 H

Arifuddin Ahmad saat menyampaikan khutbah Idul Fitri 1446 H

PINRANG, Suara Muhammadiyah – Arifuddin Ahmad, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, menyampaikan khutbah Idul Fitri 1446 H. Khutbah disampaikan di Pelataran Masjid Mujahidin Muhammadiyah Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin (31/3).

Dalam khutbahnya, ia menekankan pentingnya memanifestasikan nilai-nilai Ramadhan melalui tiga dimensi: spiritual, aksional, dan institusional, sebagai bentuk penyempurnaan ibadah pascabulan suci.

“Ramadhan adalah madrasah ruhiyah (sekolah spiritual) yang mengajak kita untuk tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga membersihkan jiwa, menguatkan iman, serta membangun kesalehan sosial dan kelembagaan,” katanya.

Dalam dimensi spiritual, ia menjelaskan Ramadan sebagai momentum untuk mentazkiyah an-nafs (penyucian diri) melalui puasa, shalat, dan zakat. “Puasa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana mengembalikan fitrah manusia sebagai hamba Allah (Abdillah) yang lahir dengan potensi zikir dan akal,” tegasnya.

Ia mengutip QS Al-Baqarah (2): 183 tentang tujuan puasa meningkatkan ketakwaan, serta mencontohkan keteladanan Rasulullah SAW yang memperbanyak iktikaf dan tahajud di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Pada dimensi aksional, Arifuddin menyerukan agar nilai Ramadan diwujudkan dalam tutur kata, perilaku, dan kepedulian sosial. “Puasa melatih kita mengendalikan syahwat, menghindari ucapan kotor, serta peka terhadap penderitaan sesama,” ujarnya.

Ia mengingatkan hadis Rasulullah SAW tentang bau mulut orang berpuasa yang lebih harum di sisi Allah daripada minyak kasturi, serta pentingnya zakat fitrah sebagai penyucian diri dan bantuan bagi kaum dhuafa.

Pada tingkat institusional, Ia mendorong umat Islam membangun sistem yang mendukung pelaksanaan ibadah. “Shalat khusyuk membutuhkan masjid yang nyaman, zakat memerlukan sistem ekonomi produktif, dan puasa harus menginspirasi penguatan SDM unggul,” paparnya.

Menurutnya, institusi keagamaan, pendidikan, dan sosial harus bersinergi untuk mewujudkan visi Islam sebagai khayra ummah (umat terbaik).

Arifuddin mengajak jamaah berdoa agar dosa-dosa diampuni, pemimpin diberi hidayah, dan solidaritas umat semakin kuat. “Ya Allah, jadikan kami bagian dari hamba-Mu yang istikamah, menjadi teladan dalam kebaikan, dan dijauhkan dari siksa dunia-akhirat,” ucapnya dalam penutup khutbah. (Hadi/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SYDNEY, Suara Muhammadiyah — Muhammadiyah terus mengukir sejarah di Australia. Pimpinan Rantin....

Suara Muhammadiyah

17 June 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Pasangan suami isteri, Subhan Purno Aji dan Dyah Pipit Ariyani sah di....

Suara Muhammadiyah

29 November 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Sejak mulai beroperasi 2017 Prodi S3 Pendidikan Agama Islam Pascasarj....

Suara Muhammadiyah

19 April 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Majelis Pustaka dan Informasi PWM Jawa Barat bersama Lingkar Stu....

Suara Muhammadiyah

8 February 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Pada Senin pagi, 17 Juni 2024, umat Islam di Maguwoharjo, Sleman berbon....

Suara Muhammadiyah

20 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah