PWA Lampung: Sekolah ‘Aisyiyah Jangan Takut Audit

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
98
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDAR LAMPUNG, Suara Muhammadiyah - Audit menjadi kata yang menakutkan khususnya bagi yang belum memahami tata kelola keuangan dengan baik. Demikian sepenggal kata yang disampaikan Nurhayati Wakhidah, Wakil Ketua II Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Lampung yang membidangi Majelis Pendidikan Kader saat membuka diskusi dengan reporter Suara Muhammadiyah pada Senin, 17/02/2025.

Dijelaskannya, audit adalah keniscayaan bagi sebuah organisasi yang sudah lama hidup dan berkembang di negeri ini. Demikian pula bagi organisasi Aisyiyah. "Untuk menunjukkan sebagai organsisasi atau lembaga yang akuntabel dan berkemajuan, maka harus mengikuti tatakelola keuangan sesuai dengan ketentuan, yaitu dengan mengikuti program pengawasan dan di audit oleh lembaga yang ditunjuk oleh persyarikatan," jelas Nurhayati.

Sejauh ini, Aisyiyah Lampung mengelola 299 unit amal usaha pendidikan yang terdiri dari PAUD,Kelompok Bermain, Sekolah Dasar, Pesantren dan PKBM yang kesemuanya dibawah koordinasi Dr. Wita Kurnia, M.Pd selaku  ketua MPAUD Dasmen PWA Lampung dan keberadaanya sudah tersebar di 15 Kabupaten dan Kota.

Nurhayati mengungkapkan bahwa, "dengan banyak nya amal usaha di bidang pendidikan ini, maka kami menyampaikan  bagaimana agar amal usaha  yang di miliki Aisyiyah ini bisa tumbuh dan berkembang dan tidak keluar dari koridor visi  organisasi," tuturnya.

Sambungnya mengenai pengelolaan amal usaha, kuncinya terletak pada landasan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah. Harapannya, seluruh pimpinan karyawan dan pengelola amal usaha wajib menunjukkan keteladanan dengan melayani sesama, memiliki kepedulian sosial yang tinggi serta menjaga sulaturahmi dan membangun hubungan yang harmonis, tanpa mengurangi kedisiplinan dalam penegakan penerapam sistem.

Selain itu juga, turut memikirkan keberlangsungan organisasi dengan tidak semata mencari nafkah di amal usaha, dan selalu bertaqarrub kepada Allah SWT dengan terus menerus memperkaya ruhani, mempertinggi akhlaq, tertib dalam ibadah dan tidak melupakan muamalah.  

Dengan demikian, menurut Nurhayati semua pimpinan amal usaha harus memiliki kesadaran bahwa setiap amal usaha wajib melaporkan pengelolaan keuangan/kekayaan kepada persyarikatan dan bersedia untuk diaudit serta mendapatkan pengawasan sesuai dengan peraturan yang berlaku. (san/m)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Senam Bugar Muhammadiyah BANTUL, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Bantul mendoro....

Suara Muhammadiyah

20 September 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah  – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) K....

Suara Muhammadiyah

29 November 2023

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jetis Bantul Daerah Istimewa Yogyaka....

Suara Muhammadiyah

10 September 2023

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu Brebes meng....

Suara Muhammadiyah

2 November 2023

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Palangka Raya lakukan ....

Suara Muhammadiyah

21 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah