Pesan Haedar Nashir di Tabligh Akbar Pesantren Darul Arqom Tulung

Publish

3 September 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
66
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir, MSi

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir, MSi

Khaira Ummah untuk Memajukan Persyarikatan

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Tabligh Akbar digaungkan di Pondok Pesantren Modern Daarul Arqom Tulung, Klaten pada Sabtu, (31/8). Mengangkat tema “Risalah Islam Berkemajuan” bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir, MSi sebagai narasumber.

Haedar mengatakan bahwa acara ini bukan hanya sekadar silaturahmi, tetapi menjadi semangat untuk membumikan Islam berkemajuan dalam kehidupan. Tema ini merupakan reaktualisasi fungsional Islam di tengah pergaulan dunia yang semakin dinamis dan kompetitif.

Jumlah umat Islam di Indonesia saat ada sebanyak 237 juta. Menurut Haedar, secara kuantitas sangat besar (unggul), tetapi diteropong secara kualitas, masih jauh dari yang diharapkan. Soal ekonomi misalnya, faktanya penguasaan ekonomi berada di kelompok yang kecil.

Dengan ekonomi dalam pribadi seseorang yang baik, maka dapat mengangkat harkat dan martabat umat Islam sebagai khaira ummah. Untuk mewujudkan itu, maka diperlukan sumber daya manusia yang baik.

“Jadi kalau kita bergerak di bidang ekonomi apapun yang kita lakukan bidangnya itu menjadi wajib sebenarnya, untuk mengangkat harkat dan martabat umat Islam agar bisa menjadi umat yang khaira ummah,” ucapnya.

Untuk menjadi khaira ummah, setiap umat harus memiliki kemampuan di segala bidang. Menurut Haedar, khoiru ummah sebagai umat yang terpilih, kemampuannya diatas rata-rata. Lebih-lebih kemampuannya dalam menguasai perekonomian.

Dalam hal ini, Muhammadiyah selalu mendorong kepada warganya agar bisa memiliki kemampuan untuk menguasai ekonomi. 

“Dari situ Muhammadiyah bisa berdakwah, itu pun kita masih ketinggalan dari mereka, sekelompok kecil tetapi menguasai aset ekonomi yang strategis. Karena menguasai politik, bisa menguasai politik dan ekonomi, jadi dia menguasai ilmu pengetahuan,” ucapnya.

Maka untuk mengejar ketertinggalan dan membangun sumber daya manusia, Muhammadiyah mendirikan berbagai macam bidang amal usaha sejak awal berdirinya tahun 1912. Walaupun demikian, hal ini belum bisa menjadi indikator kemajuan dibanding kelompok kecil. 

“Alhamdulillah, Muhammadiyah punya rumah sakit, sekolah, perguruan tinggi, gerakan ekonomi, dan dari situ Muhammadiyah bisa berdakwah. Itupun Muhammadiyah masih ketinggalan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Haedar menegaskan Persyarikatan Muhammadiyah harus memiliki spirit berkemajuan. Menurutnya, manusia satu-satunya makhluk Allah yang mengelola, mengurus, memakmurkan dunia, serta semesta ini dengan cara yang ihsan. 

“Satu-satunya makhluk hidup yang diberi Allah akal pikiran dan qolbu hanya manusia. Maka asahlah hati kita menjadi qolbun salim, asahlah pikiran menjadi arrosikhuna fil ilmi, orang yang derajat ilmunya tinggi,” pungkas Haedar. (Fab)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

 BANDARLAMPUNG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah  Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Lampung ....

Suara Muhammadiyah

31 January 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir hadiri Resepsi....

Suara Muhammadiyah

19 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Mahasiswa Abiturien Mu’a....

Suara Muhammadiyah

23 July 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Sapen ditunjuk Kemendikbudristek sebagai Host Schoo....

Suara Muhammadiyah

18 August 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah melangkah ke ranah mobilisasi sumber daya inovatif dengan....

Suara Muhammadiyah

10 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah