Penarikan Mahasiswa KKN UMP, Berdaya dan Berkolaborasi untuk Masyarakat Wonosobo

Publish

26 February 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
96
Foto Istimewa

Foto Istimewa

WONOSOBO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melaksanakan acara penarikan secara resmi peserta Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang ditempatkan di beberapa desa di wilayah Kecamatan Garung, Mojotengah, dan Watumalang, Kabupaten Wonosobo. 

Kegiatan ini berlangsung di lapangan Seroja desa Tlogo, Kecamatan Mojotengah, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Wonosobo, WR IV UMP, para camat, kepala desa, panitia, dan mahasiswa peserta KKN.

Proses penarikan ini menjadi penutup bagi mahasiswa yang telah melaksanakan kegiatan KKN selama 32 hari. Setelah penarikan, dilanjutkan dengan kegiatan expo yang dimulai pukul 09.30. 

Koordinator Kabupaten, Israf, melaporkan bahwa selama KKN, berhasil memberdayakan anggaran sebesar lima ratus enam puluh dua juta rupiah untuk berbagai kegiatan, bersumber dari swadaya masyarakat, mahasiswa peserta KKN, dan bantuan yang bersifat tidak mengikat.

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, dan Publikasi Assoc Prof Akhmad Darmawan PhD menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo atas penerimaan 320 mahasiswa UMP yang terlibat dalam KKN. 

Ia menyoroti banyaknya program dan inisiatif mahasiswa yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Darmawan juga mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang berdampak ekonomi, seperti program pelatihan ecoprint dan produksi lilin aromaterapi dari bahan daur ulang.

Wakil Bupati Wonosobo, Drs. H. Muhammad Albar, MM, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada UMP atas kontribusi dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan KKN. 

Albar juga menekankan pentingnya publikasi hasil KKN dalam jurnal sebagai upaya meningkatkan citra dan promosi Wonosobo. Ia berharap inovasi mahasiswa dapat meningkatkan nilai jual produk UMKM di desa.

Kegiatan expo setelah penarikan menampilkan stand dari setiap desa yang menjadi lokasi KKN. Mahasiswa memamerkan hasil inovasi, mulai dari makanan hingga produk kerajinan, termasuk makanan khas dan produk lokal desa. 

Menariknya, dalam expo ini, transaksi jual beli menggunakan alat penukar uang dari potongan bambu berlabel senilai Rp.5000, menciptakan nuansa perdagangan klasik yang memikat, mengingatkan pada zaman sebelum adanya uang rupiah.(*/tgr)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Setelah sukses menyelenggarakan Gladian Pemimpin Kuntum (DIANPINKU) unt....

Suara Muhammadiyah

9 August 2024

Berita

OKU TIMUR, Suara Muhammadiyah - Ekonomi sebagai pilar penting dalam pergerakan, juga sebag....

Suara Muhammadiyah

22 January 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menggelar ....

Suara Muhammadiyah

6 February 2025

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Seiring tibanya bulan Ramadan 1445, Masjid Muhammadiyah Al-Muhajir....

Suara Muhammadiyah

17 March 2024

Berita

KUNINGAN, Suara Muhammadiyah  - Sebanyak 103 orang mahasiswa/i Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (S....

Suara Muhammadiyah

19 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah