Mukardi, Penakluk Sungai, Rawa, dan Kebun Sawit untuk Muara Padang Berkemajuan

Publish

20 November 2023

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
81
Doc. Istimewa

Doc. Istimewa

Oleh: Sofriyanto

Agenda Pak Mukardi kemarin Ahad pagi 19 November 2023 (setelah malam sebelumnya Menerima Muhammadiyah Award tahun 2023 di Sportorium UMY) terpantau oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tirtonirmolo Barat Kasihan Bantul. Pak Mukardi kemarin pagi teragenda berkunjung ke Pedukuhan Jeblog Desa Tirtonirmolo Kasihan Bantul untuk menemui sahabat lamanya (Bapak Mantoro) yg pernah membantu berjuang dan merintis sekolah² Muhammadiyah di pedalaman Muara Padang Banyuasin Sumatera Selatan.

Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Tirtonirmolo Barat yang kemarin pagi menyelenggarakan Pengukuhan PRM dan PRA 2022-2027 tidak mau menyia-nyiakan kesempatan maka dihadirkanlah Pak Mukardi pada Pengukuhan PRM dan PRA Tirtonirmolo Barat. Dalam kesempatan singkat tersebut Pak Mukardi berbagi pengalaman bagaimana berjuang mengembangkan dakwah Muhammadiyah di daerah Muara Padang Banyuasin Sumarera Selatan, yang baru beberapa tahun ini dapat ditempuh 3-4 jam dari Palembang melalui darat, sebelumnya harus ditempuh 2 hari dengan perjalanan melalui sungai.

Pak Mukardi menyampaikan pengalaman menarik mendirikan puluhan sekolah sejak kedatangannya di Muara Padang tahun 1988 bersama sahabatnya, Pak Mantoro. Mereka berdua selalu berboncengan menggunakan sepeda motor menjangkau pedalaman menembus kebun sawit. Di antara kisah menarik yang disampaikan Pak Mukardi, ada sekolah yang didirikan hanya mendapat 1 siswa tetapi tahun berikutnya mendapat 44 siswa dst.

Pernah juga Pak Mukardi mendirikan TK harus berpindah-pindah tempat karena ditolak, dan karena masalah lainnya. Selanjutnya Pak Mukardi bercerita sekolahan yg dirintis waktu itu ada yang menggunakan kolong rumah (rumah panggung yang atasnya digunakan untuk tempat tinggal dan bawahnya untuk kegiatan sekolah TK). Karena sesuatu hal kemudian pindah ke tempat lain sampai berkali-kali pindah tempatnya. Di awal perjalanan mengarungi perjuangan tersebut, sahabatnya, Pak Mantoro kembali ke kampung di Bantul. Sejak saat itu Pak Mukardi mengarungi perjuangan sendirian tapi tidak menyurutkan semangatnya.

Pak Mukardi menutup silaturahmi di PRM-PRA Tirtonirmolo Barat dengan pesan:
Jangan berhenti walau kita sendiri,
Jangan berhenti walau kita dicaci, dan
Jangan berhenti walau banyak yang iri dan dengki.

Pak Mukardi, yang berusia 55 tahun selanjutnya berpamitan untuk melanjutkan perjalanan mudik menengok kampung halaman di Tuban sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke Banyuasin.

Sofriyanto, Ketua PRM Tirtonirmolo Barat


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Humaniora

Cerpen Mustofa W Hasyim Pertempuran itu makin menghebat. Pasukan Republik yang dikenal dengan sebut....

Suara Muhammadiyah

10 January 2025

Humaniora

Anak Minang Rantau: Sebuah Pembelajaran Oleh: Saidun Derani Kehadiran Awak Samo Awak (ASA) merupak....

Suara Muhammadiyah

1 February 2024

Humaniora

Tahun Baru Bersama Keluarga Kecilku Menjelajahi Dua Bukit Oleh: Rumini Zulfikar Dalam perjalanan h....

Suara Muhammadiyah

4 January 2025

Humaniora

Terkadang sesuatu yang sepele dan remeh banyak diabaikan orang. Tapi sesungguhnya berdampak besar da....

Suara Muhammadiyah

20 September 2024

Humaniora

Cerpen Diko Ahmad Riza Primadi Titik dan detik paling aman dunia adalah ketika matahari terbenam. S....

Suara Muhammadiyah

22 July 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah