Mewujudkan Harmoni Sosial: Persembahan Purna Bhakti Prof Thohir Luth

Publish

12 December 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
78
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MALANG, Suara Muhammadiyah - Tahun 2024 adalah tahun yang bersejarah bagi Prof. Thohir Luth. Salah satu tokoh penting Muhammadiyah terutama di Jawa Timur sekaligus dosen senior Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) yang terdiri dari dosen Agama, Pancasila, Kewarganegaran, dan Bahasa Indonesia Universitas Brawijaya. Oleh karena itu, Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Kepribadian Mahasiswa Universitas Brawijaya (UPT PKM UB) menyelenggarakan refleksi 70 tahun Prof. Thohir Luth pada Rabu (11/12/2024) di Gazebo Raden Wijaya UB. 

Dalam paparannya, Dr Mohamad Anas selaku Kepala UPT PKM UB menjelaskan bahwa membaca pikiran Prof. Tohir terkait wacana syariat Islam, tidak terlepas dari teks dan konteks. Beliau mengawali dengan asumsi antara agama dan politik adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. Kegamangan yang terjadi dalam melihat relasi keduanya lebih diakibatkan oleh pengaruh kolonial berupa penjinakan fikih siyasah untuk kepentingan politiknya, di samping juga faktor ketidaktahuan umat Islam. 

Masih menurut Anas, catatan penting gagasan Prof. Tohir terkait syariat Islam terletak pada idea moral di dalamnya. Beliau melihat maqasid syariah sebagai perwujudan kehidupan sosial yang harmonis dan menghargai kemanusiaan secara universal.

“Yang menarik dari Prof. Tohir meskipun secara eksplisit menyerukan penegakan syariat Islam, namun menerima Pancasila sebagai harga mati karena menganggap bahwa Pancasila sudah mencakup nilai-nilai Islam”, pungkas pria asal Gresik tersebut.

Kegiatan anugrah purna bhakti Prof. Thohir Luth ini juga dibarengi dengan peluncuran Griya Moderasi Beragama UB dan diskusi buku bertajuk “Mewujudkan Harmoni Sosial, Meneguhkan Keislaman dan Kebangsaan: Refleksi 70 Tahun Prof. Thohir Luth.” 

Buku tersebut merupakan kumpulan tulisan para dosen agama UB sebagai bentuk refleksi 70 tahun pemikiran Prof. Tohir Luth, guru besar pertama di bidang pendidikan Agama Islam UB yang baru saja purna tugas. 

Para penulis buku dan beberapa peserta juga memberikan tanggapan atas pemikiran Prof Tohir. Sebagian menyoroti kiprah pemikiran beliau terkait tema keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Sebagai lainnya juga memberikan testimoni akan kiprah beliau dalam kerja sosial keumatan. Dari semua kesaksian itu, tampak bahwa Prof. Tohir adalah sosok pribadi yang lengkap: sebagai intelektual sekaligus aktivis sosial. (Amin Citra P)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam ....

Suara Muhammadiyah

11 November 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kota Medan didukung oleh LazisMu....

Suara Muhammadiyah

1 April 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (F....

Suara Muhammadiyah

27 June 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Dr. H. Aslam Nur, MA, d....

Suara Muhammadiyah

1 November 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Berpuasa bukan menjadi penghalang semangat belajar dan produktivitas da....

Suara Muhammadiyah

20 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah