Membangun Komunikasi Memperluas Relasi

Publish

22 October 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
101
Doc. Istimewa

Doc. Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Manusia tidak bisa terlepas dari komunikasi. Setiap hari, selalu berkomunikasi sebagai manifestasi berinteraksi. Dalam konteks dunia kerja, komunikasi menjadi keterampilan yang harus dikuasai, salah satunya komunikasi asertif.

Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah Deni Asy’ari menyegarkan kembali relevansi komunikasi asertif kepada karyawannya. Menurutnya, komunikasi asertif sebagai suatu bentuk komunikasi efektif di mana diekspresikan untuk menyampaikan pendapat secara langsung, terbuka, tetapi menghargai orang lain.

“Ini memberikan pandangan baru untuk membantah pandangan pertama. Nah, konteks komunikasi kita implementasikan di SM yang kita gunakan adalah model komunikasi asertif,” ujarnya pada Selasa (22/10) saat Pelatihan Komunikasi Efektif untuk Kemajuan Bisnis di Ruang Aula Lantai 4 Grha SM.

Deni mengatakan, selain komunikasi asertif, paradigma komunikasi agresif tidak menutup kemungkinan bisa dipraktikkan. Tentu terlebih dahulu dengan melihat dan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang sedang terjadi. “Ada kalanya kita menggunakan yang komunikasi agresif. Kalau ada persoalan mendesak harus agresif,” tuturnya.

Bersamaan dengan itu, praktik komunikasi harus menarik. Karena ini menjadi penentu keberhasilan dalam menyampaikan pesan secara efektif kepada audiens, khususnya kepada client atau customer.

“Harus ada yang menarik di mata orang, sehingga 3 menit di awal berkesan. Ini yang sangat menentukan, maka 3 menit di awal harus memberikan tampilan yang berbeda dan menarik,” tegasnya.

Hal pertama yang dilakukan dengan mereview biogragrafi seseorang. Di sini karyawan memainkan perannya dengan menanyakan kabar dari clinet atau customer. Seolah-olah sebagai teman dekat sebagai strategi menarik perhatian.

“Ada pola-pola yang sifatnya kita mereview biografi seseorang sebelum memulai konten. Jangan langsung memulai pada konten, ini keliru. Tapi bangun chemistry seakan-akan punya kedekatan dan perhatian dengan clinet atau customer,” jelasnya.

Setelah itu, dengan prolog (pembukaan). “Untuk menyampaikan pesan awali dengan prolog,” bebernya. Seperti lewat salam, ini menjadikan komunikasi lebih personal dan menciptakan suasana yang lebih nyaman dan meyakinkan. “Sampaikan prolog awal dengan melibatkan banyak pihak,” imbuhnya.

Hal terpenting lagi, Deni menekankan kepada karyawan SM dalam menawarkan produk, utamakan untuk memenuhi kebutuhan clinet atau customer. Ini membuat mereka merasa dihargai, sehingga ada kans untuk memilih dan menerima produk yang ditawarkan.

“Dalam menyampaikan konten jangan pernah mendahului kepentingan yang kita jual, tapi dahului kepentingan dia (client, customer),” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, didampingi ....

Suara Muhammadiyah

22 February 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Setelah sebelumnya terjadi kemiteraan dengan Baitut Tamwil Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

24 July 2024

Berita

MAJALENGKA, Suara Muhammadiyah — Dalam upaya meningkatkan kualitas dan keamanan produk pangan ....

Suara Muhammadiyah

2 November 2024

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas Lingkunga....

Suara Muhammadiyah

29 June 2024

Berita

KUPANG, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) bekerja sam....

Suara Muhammadiyah

4 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah