Kaji Manajemen Pendidikan Toleransi, Diyah Puspitarini Raih Doktor di UNY

Publish

23 March 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
74
Dr Diyah Puspitarini, SPd., MPd

Dr Diyah Puspitarini, SPd., MPd

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Sekretaris Pimpinan Pusat Aisyiyah Diyah Puspitarini secara resmi menyandang gelar Doktor Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pada pelaksanaan ujian terbuka promosi Doktor dilakukan pada Kamis (21/3), Diyah mengangkat judul disertasi "Pengembangan Model Manajemen Pendidikan Toleransi untuk Membangun Akhlak Mulia di Sekolah Menengah Pertama, Daerah Istimewa Yogyakarta."

Dalam ujian terbuka tersebut, Diyah berupaya sedemikian rupa meminimalisir penyakit intoleransi yang menyandera pada generasi milenial. Bahwa intoleransi berusaha mencerabut spirit kebersamaan yang cenderung melakukan tindak kekerasan, sehingga dapat menyebabkan terjadinya perilaku bullying, terutama di kalangan siswa SMP.

Dengan adanya intoleransi ini, maka pengembangan pendidikan toleransi sangat penting sebagai upaya untuk mewujudkan toleransi. Langkah utamanya dimulai dari level dunia pendidikan. "Penelitian ini bertujuan untuk menemukan, menghasilkan dan mengembangkan model manajemen pendidikan toleransi untuk membentuk akhlak mulia yang dapat diterapkan di sekolah menengah pertama," ujarnya.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini menuturkan pengejawantahan manajemen pendidikan toleransi yang ada di lingkungan pendidikan masih sebatas nilai (values) dalam bingkai pendidikan karakter. Pada saat bersamaan juga masih menjadi sisipan mata pelajaran, belum membumi dan terkelola sebagaimana semestinya.

Diyah menambahkan bahwa untuk menyukseskan pengejawantahan manajemen pendidikan toleransi di lingkungan pendidikan, setidaknya ada pelbagai paradigma yang bisa dicoba. Yaitu pemahaman komprehensif terhadap substansi toleransi, sikap toleransi, dan budaya toleransi yang berlaku di sekolah.

"Toleransi sendiri sangat penting untuk sebarluaskan dan menjadi pemahaman kita bersama. Maka, oleh karena itu menjadi sangat baik bilamana manajemen pendidikan toleransi ini masuk ke dalam pendidikan formal terlepas pengaruh dan faktor non-teologis, intoleransi terjadi karena toleransi yang autentik belum tertanam dalam budaya bangsa kita," sebutnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

GRESIK, Suara Muhammadiyah - Menjelang Idul Adha yang jatuh pada Senin, 17 Juni 2024, siswa SD ....

Suara Muhammadiyah

13 June 2024

Berita

TUBAN, Suara Muhammadiyah - Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Zainul Muslimin menya....

Suara Muhammadiyah

29 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang berada ditingkat Wilay....

Suara Muhammadiyah

1 August 2024

Berita

INDRAMAYU, Suara Muhammadiyah - Rumah Sakit Islam (RSI) Zam-Zam Muhammadiyah Jatibarang merayakan mi....

Suara Muhammadiyah

8 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2023, Pimpinan Wilayah....

Suara Muhammadiyah

24 July 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah