Dakwah Secara Nyata, Bukan Hanya Berkata-kata

Publish

24 August 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
101
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Hamim Ilyas, MAg

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Hamim Ilyas, MAg

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Hamim Ilyas, MAg menyampaikan tahniah atas kelulusan santri dan pelepasan pengabdian thalabah Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM). Menurutnya, santri PUTM harus bisa berdakwah lewat ilmu yang telah diperoleh selama mengenyam pendidikan di PUTM.

“Mudah-mudahan adik-adik dapat ilmu yang benar-benar bermanfaat. Kemudian nanti dalam tugasnya, bisa dilaksanakan. Tugas untuk mewujudkan tujuan Muhammadiyah, masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” tuturnya saat menghadiri wisuda dan pelepasan pengabdian thalabah di Kampus 1 PUTM Kaliurang, Ngipiksari, Pakem, Sleman, Sabtu (24/8).

Hamim mengingatkan, Muhammadiyah bukan organisasi berkata-kata. Tapi, kata sejalan tindakan. Maka, untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, harus dilakukan secara saksama dengan hasil secara nyata, bukan sekadar berkata-kata.

“Tradisi di Muhammadiyah Islam agama qaulun wa amalun. Ucapannya ada, tapi juga amalnya juga ada. Sehingga, saya yakin santri PUTM saat bertugas akan dijauhkan dari penyakit wahn (cinta dunia),” ujarnya.

Seluruh santri PUTM pada akhirnya akan melakukan pengabdian di Persyarikatan Muhammadiyah. Hamim mengajak, agar santri jangan sampai mengejar duniawi dalam menjalankan dakwah di Muhammadiyah dalam misi mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

“Jihad di Muhammadiyah memang berani bersakit-sakit. Tidak perlu ke Suriah jihad bersama ISIS, tapi bersakit-sakit untuk mewujudkan masyarakat Islam sebenar-benarnya itu sudah menjadi jihad kita,” bebernya.

Selama melakukan pengabdian, Hamim meminta kepada seluruh santri agar bisa menyemai agama Islam sesuai paham di Muhammadiyah. Islamnya Rahmatan Lil ‘Alamin sesuai dengan ajaran Al-Qur’an. “Dengan paham Islam itu, beragama di Muhammadiyah tidak sekadar mencari pahala dan menghindari dosa. Tapi, beragama itu adalah untuk membangun peradaban,” jelasnya.

Peradaban, sambung Hamim, sebagai misi membangun kehidupan yang baik dengan pangkal kecerdasan pikiran dan kekayaan batin. Dan untuk mewujudkan kehidupan yang baik itu dengan ilmu pengetahuan, kesenian, teknologi, dan sistem sosial yang kompleks. 

“Sehingga jelas, beragama itu untuk mewujudkan kehidupan yang baik dengan kecerdasan pikiran dan kekayaan batin kita. Beragama untuk membangun peradaban ini sesuai dengan ajaran Al-Qur’an (Qs al-Maidah ayat 3),” tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Tanggal 9-11 Mei  2024 ini 183 penggiat Muhammadiyah yang berkhidma....

Suara Muhammadiyah

9 May 2024

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Palangka Raya menerima wak....

Suara Muhammadiyah

23 January 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berhasil meraih peng....

Suara Muhammadiyah

25 June 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Membanggakan! Pimpinan Komisariat (PK) IMM Pendidikan Agama Isla....

Suara Muhammadiyah

20 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ceramah tarawih ke-17 di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Da....

Suara Muhammadiyah

17 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah