Aisyiyah Sumbar Dampingi Ratusan Napi Perempuan Lapas IIB Padang

Publish

5 April 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
135
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PADANG, Suara Muhammadiyah — PW Aisyiyah Sumbar melalui Majelis Tabligh dan Ketarjihan PW Aisyiyah Sumbar berkerjasama dengan Lapas Perempuan Kelas IIB Padang mengadakan pesantren selama Ramadhan 1445 H bagi 200 WBP di Lapas perempuan Kelas II B Padang. 
Selain dihadiri Jusmawati juga hadir Dra Hj. Mulyati Jabir S.Pd, Dra Sismarni M.Pd, Nurhelmi, Syafriyeni Syafei, dan Yurniati Yunus.

Pesantren Ramadhan ini resmi ditutup Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan PW Aisyiyah Sumbar, Dr. Jusmawati M. Pd. 

Ketua MTK PW 'Aisyiyah Sumbar, Dr. Jusmawati yang didampingi Bendahara Dra Mulyati Jabir mengatakan kegiatan pesantren Ramadhan ini diikuti 200 WBP, pembelajaran dilakukan di Hari Rabu dan Jumat selama Ramadhan, kalau diluar Ramadhan rabu saja. 

Pesantren Ramadhan di lembaga permasyarakatan ini diharapkan menjadi terobosan memperbaiki nilai religius dan sosial masyarakat, mengingat saat ini kondisi moral mengalami degradasi, kejadian kriminal semakin sering terjadi.

“Dengan pesantren ini lah bentuk perhatian dari Aisyiyah, selain itu di tingkat masyarakat biasa, kita intensifkan juga penyuluhan agama,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Kalapaz II B Padang diwakili Kasi Bina Pigiatja Yulidasni memberikan apresiasi tinggi kepada PW 'Aisyiyah Sumbar yang sabar dalam melakukan pembinaan keruhanian kepada WBP di Lapaz kelas II B Padang   

Pesantren Ramadhan merupakan moment untuk penempaan diri menjadikan penghuni lapas wanita wanitas olehah dan bisa kembali ke pangkuan keluarga.

Katanya, ada 200 narapidana yang mengikuti pesantren Ramadhan dan mereka sangat antusias untuk mengikutinya.

”Hari biasa juga ada lomba hafalan ayat pendek, tapi kita lebih intensifkan lagi pada bulan Ramadhan” katanya.

Ia menuturkan kegiatan pesantren Ramadhan merupakan salah satu implementasi pendidikan keperibadian di lembaga pemasyarakatan itu. Dengan adanya pendidikan kepribadian para narapidana diharapkan bisa kembali merenungi yang telah mereka lakukan.
“Kita ingin mereka nantinya jika keluar dan kembali bergabung dengan masyarakat sudah memiliki bekal yang lebih baik tentang agama atau lebih religius. Kami berharap dengan adanya pesantren ini kedepannya dapat mengubah mental warga binaan agar hidupnya lebih terarah, tidak mengulangi lagi tindakan-tindakan pidana lainnya dan dapat berguna bagi keluarga dan masyarakat,” katanya.

Sebelum penutupan juga dilakukan penyerahan hadiah bagi juara I II dan  III, sedangkan bagi peserta lomba juga diberikan hadiah hiburan. (RI)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Bidang Seni Budaya dan Olahraga (SBO) Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Mu....

Suara Muhammadiyah

22 March 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-41, Lemb....

Suara Muhammadiyah

29 October 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Madrasah Ibditaiyah Muhammadiyah (MIM) Digdaya Bolon, Colomadu, Kara....

Suara Muhammadiyah

18 December 2023

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Riau, Rabu Siang (14/8/2024) mene....

Suara Muhammadiyah

14 August 2024

Berita

KUANSING, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Kuantan Sing....

Suara Muhammadiyah

13 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah